Ciri-Ciri Masyarakat Masa Depan (Modern)

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Pendidikan selalu bertumpu pada suatu wawasan kesejarahan, yakni pengalaman-pengalaman masa lampau, kenyataan dan kebutuhan mendesak masa kini, dan aspirasi serta harapan masa depan. Melalui pendidikan setiap masyarakat akan melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaannya yang telah terukir dengan indahnya dalam sejarah bangsa tersebut. Serentak dengan itu, melalui pendidikan juga diharapkan dapat ditumbuhkan kemampuan untuk menghadapi tuntutan objektif masa kini baik tuntutan dari dalam maupun tuntutan karena pengaruh dari luar masyarakat yang bersangkutan. Dan akhirnya, melalui pendidikan akan ditetapkan langkah-langkah yang dipilih masa kini sebagai upaya mewujudkan aspirasi dan harapan di masa depan. (Umar Tirtahardja dan S. L.  La Sulo, 2005: 129)

  1. Rumusan Masalah
    1. Apa yang dimaksud dengan masyarakat modern ?
    2. Bagaimana ciri-ciri masyarakat modern?
    3. Bagaimana masyarakat modern dilihat dari berbagai aspek?
    4. Apa saja tuntutan bagi manusia masa depan (manusia modern)?
    5. Apa saja problematika masyarakat modern?
  2. Tujuan
    1. Mengetahui pengertian masyarakat modern
    2. Mengetahui ciri-ciri masyarakat modern
    3. Mengetahui masyarakat modern dilihat dari berbagai aspek
    4. Mengetahui tuntutan bagi manusia masa depan (modern)
    5. Mengetahui problematika masyarakat modern

     

PEMBAHASAN

 

A. Pengertian Masyarakat Modern

Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama. Karena mengalami perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mencapai kemajuan itu masyarakat modern berusaha agar mereka mempunyai pendidikan yang cukup tinggi dan berusaha agar mereka selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya.

Bagi negara-negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia. Pada umumnya masyarakat modern ini disebut juga masyarakat perkotaan atau masyarakat kota.
Pengertian kota secara sosiologi terletak pada sifat dan ciri kehidupannya dan bukan ditentukan oleh menetapnya sejumlah penduduk di suatu wilayah perkotaan. Dari pengertian di atas, dapat diartikan bahwa tidak semua warga masyarakat kota dapat disebut masyarakat modern, sebab banyak orang kota yang tidak mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan peradaban dunia masa kini, misalnya gelandangan atau orang yang tidak jelas pekerjaan dan tempat tinggal.

B. Ciri-ciri Masyarakat Modern

  1. Hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan-kepentingan pribadi.
  2. Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dengan suasana yang saling memepengaruhi
  3. Kepercayaan yang kuat akan Ilmu Pengetahuan Teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  4. Masyarakatnya tergolong ke dalam macam-macam profesi yang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan
  5. Tingkat pendidikan formal pada umumnya tinggi dan merata.
  6. Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis yang sangat kompleks
  7. Ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkan atas penggunaan uang dan alat-alat pembayaran lain.

Menurut Talcott Parson :

  1. Netralitas efektif yaitu bersikap netral, bahkan dapat menuju sikap tidak memperhatikan orang lain/lingkungan.
  2. Orientasi diri yaitu lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri.
  3. Universalisme yaitu menerima segala sesuatu dengan obyektif.
  4. Prestasi yaitu masyarakatnya suka mengejar prestasi.
  5. Spesifitas yaitu berterus terang dalam mengungkapkan segala sesuatu.

Menurut Alex Inkeles, terdapat 9 ciri manusia modern. ciri-ciri itu sebagai berikut.

  1. Memiliki sikap hidup untuk menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk perubahan.
  2. Memiliki keberanian untuk menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungannya sendiri atau kejadian yang terjadi jauh diluar lingkungannya serta dapat bersikap demokratis.
  3. Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan dari pada ke masa lalu.
  4. Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.
  5. Percaya diri.
  6. Perhitungan.
  7. Menghargai harkat hidup manusia lain.
  8. Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
  9. Menjunjung tinggi suatu sikap dimana imbalan yang diterima seseorang haruslah sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat.

Menurut Deliar Noer ada 5 ciri-ciri masyarakat modern, yakni :  

  1. Bersifat rasional yakni lebih mengutamakan pendapat akal pikiran, daripada pendapat emosional.
  2. Berpikir untuk masa depan yang lebih jauh, tidak hanya memikirkan masalah sesaat, tetapi selalu dilihat dampak sosialnya secara lebih jauh.
  3. Menghargai waktu,yaitu selalu melihat waktu adalah sesuatu yang sangat berharga.
  4. Bersifat terbuka, yakni mau menerima saran, masukan, bauk berupa kritik, gagasan dan perbaikan dari manapun datangnya.
  5. Berfikir objektif, yakni melihat segalasesuatu darisudut fungsi dan kegunaannya bagi masyarakat..

Sedangkan menurut Prof. Qomaruddin Hidayat, salah satu cirri masyarakat modern ialah sikapnya yang sangat agresif terhadap kemajuan. Didorong oleh berbagai prestasi yang dicapai oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat modern berusaha mematahkan mitos kesakralan alam raya. Semua harus tunduk atau berusaha ditundukkan oleh kedigdayaan iptek yang  berporos pada rasionalitas (akal pikiran). Realitas (kenyataan) alam raya kini hanya dipahami semata-mata sebagai benda otonom yang tidak ada kaitannya dengan Tuhan. Alam raya dipahami sebagai jam raksasa yang bekerja mengikuti gerak mesin yang telah diciptakan dan diatur sedemikian rupa oleh tukang jam yang maha super (Tuhan),untuk selanjutnya Tuhan “pensiun” dan tak ada lagi urusannya dengan kehidupan (di dunia) ini.

C. Masyarakat Modern dilihat dari berbagai Aspek

Aspek Mental Manusia :

  1. Cenderung didasarkan pada pola pikir serta pola perilaku rasional atau logis, dengan cirri-ciri menghargai karya orang lain, menghargai waktu, menghargai mutu, berpikir kreatif, efisien, produktif, percaya pada diri sendiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
  2. Memiliki sifat keterbukaan, yaitu dapat menerima pandangan dan gagasan orang lain.

Aspek Teknologi :

  1. Teknologi merupakan faktor utama untuk menunjang kehidupan ke arah kemajuan atau modernisasi.
  2. Sebagai hasil ilmu pengetahuan dengan kemampuan produksi dan efisiensi yang tinggi.

Aspek Pranata Sosial :

I.    Pranata Agama :

Relatif kurang terasa dan tampak dalam kehidupan sehari-hari, diakibatkan karena sekularisme

II.  Pranata Ekonomi :

  1. Bertumpu pada sektor Indusri Pembagian kerja yang lebih tegas dan memiliki batas-batas yang nyata.
  2. Pembagian kerja berdasarkan usia dan jenis kelamin kurang terlihat.
  3. Kesamaan kesempatan kerja antar pria dan wanita sangat tinggi.
  4. Kurang mengenal gotong-royong.
  5. Dibedakan menjadi tiga fungsi, yaitu: produksi distribusi, dan konsumsi.
  6. Hampir semua kebutuhan hidup masyarakat diperoleh melalui pasar dengan menggunakan uang sebagai alat tukar yang sah.

III. Pranata Keluarga :

  1. Ikatan kekeluargaan sudah mulai lemah dan longgar, karena cara hidup yang cenderung inidividualis.
  2. Rasa solidaritas berdasarkan kekerabatan umumnya sudah mulai menipis.

IV. Pranata Pendidikan :

Tersedianya fasilitas pendidikan formal mulai dari tingkat rendah hingga tinggi, disamping pendidikan keterampilan khusus lainnya.

V.   Pranata Politik :

Adanya pertumbuhan dan berkembangnya kesadaran berpolitik sebagai wujud demokratisasi masyarakat.

D. Tuntutan bagi Manusia Masa Depan (Manusia Modern)

Dalam pembicaraan tentang perkiraan masyarakat masa depan, secara tersirat telah pula dibicarakan tentang tantangan-tantangan yang akan dihadapi manusia masa depan, seperti: kemampuan menyesuaikan diri dan memanfaatkan peluang globalisasi dalam berbagai bidang, wawasan dan pengetahuan yang memadai tentang IPTEK umpamanya tahu teknologi tanpa harus menjadi tanpa harus menjadi pakar IPTEK, kemampuan menyaring dan memanfaatkan arus informasi yang semakin padat dan cepat, dan kemampuan bekerja efisien sebagai cikal bakal kemampuan profesional. Keempat tantangan tersebut merupakan gejala konstelasi dunia masa kini dan masa depan, dan oleh karena itu, manusia Indonesia perlu berupaya unyuk menyesuaikan diri terhadap konstelasi dunia pada masanya (pada masa lampau, kini, ataupun datang) adalah proses modernisasi (Koentjaraningrat, 1974: 131-136). Kalau dalam abad ke-20 acuan modernisasi terutama ialah kawasan Eropa Barat dan Amerika Serikat, dalam abad ke-21 acuan tersebut dapat bertambah dengan Jepang, Korea Selatan, atau negara maju lainnya. (Umar Tirtahardja dan S. L.  La Sulo, 2005: 146)

E. Problematika Masyarakat Modern

Kemajuan di bidang teknologi pada zaman modern ini telah membawa manusia ke dalam dua sisi, yaitu bisa memberi nilai tambah (positif), tapi pada sisi laian dapat mengurangi (negatif).

Efek positifnya tentu saja akan menigkatkan keragaman budaya melalui penyediaan informasi yang menyeluruh sehingga memberikan orang kesempatan untuk mengembangkan kecakapan-kecakapan baru dan meningkatkan produksi. Sedangkan efek negatifnya kemajuan teknologi akan berbahaya jika berada di tangan orang yang secara mental dan keyakinan agama belum siap. Mereka dapat menyalahgunakan teknologi untuk tujuan-tujuan yang destruktif dan mengkhawatirkan. Misalnya penggunaan teknologi kontrasepsi dapat menyebabkan orang dengan mudah dapat melakukan hubungan seksual tanpa harus takut hamil atau berdosa. Jaringan-jaringan peredaran obat-obat terlarang, tukar menukar informasi, penyaluran data-data film yang berbau pornografi di bidang teknologi komunikasi seperti komputer, faximile, internete, dan sebagainya akan semakin intensif pelaksanaannya.

Hal tersebut di atas adalah gambaran-gambaran masyarakat modern yang obsesi keduniaannya tampak lebih dominan ketimbang spritual. Kemajuan teknologi sains dan segala hal yang bersifat duniawi jarang disertai dengan nilai spiritual.

Menurut Sayyed Hossein Nasr, seorang ilmuwan kenamaan dari Iran, berpandangan bahwa manusia modern dengan kemajuan teknologi dan pengetahuaannya telah tercebur ke dalam lembah pemujaan terhadap pemenuhan materi semata namun tidak mampu menjawab problem kehidupan yang sedang dihadapinya. Kehidupan yang dilandasi kebaikan tidaklah bisa hanya bertumpu pada materi melainkan pada dimensi spiritual. Jika hal tersebut tidak diimbangi akibatnya jiwa pun menjadi kering, dan hampa. Semua itu adalah pengaruh dari sekularisme barat, yang manusia-manusianya mencoba hidup dengan alam yang kasat mata.

Menurut Nashr, manusia barat modern memperlakukan alam seperti pekerja seks. Mereka menikmati dan mengeksploitasi alam demi kepuasan dirinya tanpa rasa kewajiban dan tanggung jawab apa pun. Nashr melihat, kondisi manusia modern sekarang mengabaikan kebutuhannya yang paling mendasar dan bersifat spiritual, mereka gagal menemukan ketentraman batin, yang berarti tidak ada keseimbangan dalam diri. Hal ini akan semakin parah apabila tekanannya pada kebutuhan materi semakin meningkat sehingga keseimbangan semakin rusak. Oleh karena itu, manusia memerlukan agama untuk mengobati krisis yang dideritanya.

Dari sikap mental yang demikian itu kehadiran iptek telah melahirkan sejumlah problematika masyarakat modern, sebagai berikut :

1. Desintegrasi ilmu pengetahuan

Banyak ilmu yang berjalan sendiri-sendiri tanpa ada tali pengikat dan penunjuk jalan yang menguasai semuanya, sehingga kian jauhnya manusia dari pengetahuan akan kesatuan alam.

2. Kepribadian yang Terpecah

Karena kehidupan manusia modern dipolakan oleh ilmu pengetahuan yang coraknya kering nilai-nilai spiritual dan terkotak-kotak, maka manusianya menjadi pribadi yang terpecah, hilangnya kekayaan rohaniah karena jauhnya dari ajaran agama.

3. Penyalahgunaan Iptek

Berbagai iptek disalahgunakan dengan segala efek negatifnya sebagaimana disebutkan di atas.

4. Pendangkalan Iman

Manusia tidak tersentuh oleh informasi yang diberikan oleh wahyu, bahkan hal itu menjadi bahan tertawaan dan dianggap tidak ilmiah dan kampungan.

5. Pola Hubungan Materialistik

Pola hubungan satu dan lainnya ditentukan oleh seberapa jauh antara satu dan lainnya dapat memberikan keuntungan yang bersifat material.

6. Menghalalkan Segala Cara

Karena dangkalnya iman dan pola hidup materialistik manusia dengan mudah menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.

7. Stres dan Frustasi

Manusia mengerahkan seluruh pikiran, tenaga dan kemampuannya untuk terus bekerja tanpa mengenal batas dan kepuasan. Sehingga apabila ada hal yang tidak bisa dipecahkan mereka stres dan frustasi.

8. Kehilangan Harga Diri dan Masa Depannya

Mereka menghabiskan masa mudanya dengan memperturutkan hawa nafsu dan menghalalkan segala cara. Namun ada suatu saat tiba waktunya mereka tua segala tenaga, fisik, fasilitas dan kemewahan hidup sudah tidak dapat mereka lakukan, mereka merasa kehilangan harga diri dan masa depannya.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama. Karena mengalami perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mencapai kemajuan itu masyarakat modern berusaha agar mereka mempunyai pendidikan yang cukup tinggi dan berusaha agar mereka selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya.

B. Saran

Sebaiknya kita sebagai masyarakat modern tidak harus menyerap semua budaya modernisasi, agar tidak terjadi dampak-dampak negatif dalam kehidupan kita sebagai masyarakat yang modern.

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Umar Tirtahardja dan S. L.  La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  2. http://shindohjourney.wordpress.com/seputar-kuliah/makalah-masyarakat-modern-dan-kebudayannya/  di akses tanggal 13 November 2012
  3. http://ifzanul.blogspot.com/2010/06/masyarakat-tradisional-masyarakat.html di akses tanggal 13 November 2012
  4. http://kacibi.blogspot.com/2010/11/ciri-ciri-manusia-modern.html di akses tanggal 13 November 2012
  5. http://mnovitaswin.blogspot.com/2012/03/problematiuka-masyarakat-modern.html di akses tanggal 13 November 2012
  6. http://anggarestupambudi.wordpress.com/2011/11/17/ciri-ciri-masyarakat-tradisional-dan-modern/ di akses tanggal 13 November 2012

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s