Mahatma Gandhi

MAHATMA GANDHI DAN PERANANNYA

DALAM KEMERDEKAAN INDIA

Kemerdekaan suatu bangsa dapat diperoleh karena adanya sosok-sosok pemberani yangmau berjuang untuk memperoleh haknya sebagai rakyat. Termasuk diantaranya adalah India yang menuju pintu kemerdekaannya, atas peran serta dari salah seorang tokoh yang religius dan gigih. Dia adalah Mahatma Gandhi, seorang tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan India dengan berani menentang kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh Inggris serta berusaha mewujudkan dan memperjungkan keadilan bagi seluruh rakyat India.

Mempelajari kehidupan Mahatma Gandhi sama saja dengan menelusuri kembali perjuangan rakyat India dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kebebasannya. Seorang dengan kepribadian unik, sebagai umat beragama yang taat dengan pemikiran yang luar biasa adalah gambaran singkat dari sosok Mahatma Gandhi, bukan saja seorang tokoh populer dan pahlawan India, namun juga seorang tokoh dunia yang berjasa besar pada perjuangan hak-hak asasi manusia dan pejuang anti kekerasan. Dengan penampilannya yang amat sederhana namun pemikiran dan perjuangannya berdampak besar bagi kemerdekaan India serta dapat menginspirasi pejuang-pejuang anti kekerasan di berbagai belahan dunia. Untuk mengenal lebih jauh sosok sederhana Mahatma Gandhi serta peranannya dalam mengantarkan India pada kemerdekaan, perlu kita ketahui bagaimana perjuangan Gandhi untuk kemerdekaan India, sehingga kita dapat mengambil teladan dari sosok sederhana Mahatma Gandhi.

A.  Sejarah Kehidupandan Biografi sosok Mahatma Gandhi

            Mohandas Karamchand Gandhi adalah sosok istimewa yang sejak usia dini sangat mencintai kebenaran. Ia dilahirkan di Porbandar, India pada tanggal 2 Oktober 1869. Gandhi dilahirkan di tanah yang kontras, India dengan wilayahnya yang luas dan rakyat yang terpisah-pisah karena perbedaan yang ada seperti agama, bahasa yang lebih dari 300 bahasa serta kebiasaan kelompok-kelompok yang masih berdasarkan kasta.

            Gandhi adalah anak laki-laki biasa yang berasal dari keluarga Hindu yang bahagia. Ayahnya Karamchand adalah pegawai pengadilan dan menjadi menteri pertama untuk Negara bagian kebangsawanan kecil Porbandar. Ibunya Putlibai adalah seorang Hindu yang sangat taat. Ia berdoa setiap kali makan dan sering melakukan puasa, Ia juga sering mengunjungi candi dan tidak perduli dengan barang-barang mewah dan permata. Dari Ibunya lah Gandhi mewarisi sifat religius sejak kecil. Gandhi adalah anak keempat, Ia dilahirkan dalam kasta Waisya yang merupakan kasta ketiga dari empat kasta dalam masyarakat Hindu.

Seluruh keluarga Gandhi sama sekali tidak makan daging, namun pernah Gandhi dibujuk makan daging kambing oleh seorang anak laki-laki. Ia mengatakan pada Gandhi bahwa daging membuatnya tumbuh tinggi dan kuat cukup kuat untuk mengusir orang-orang Inggris keluar dari India, dalam keyakinan yang keliru Gandhi memakan daging itu, Hal ini membuat nya bermimpi buruk yang menyeramkan sehingga ia menyesali perbuatannya. Gandhi kecil tumbuh sebagai seorang yang pemalu ia kerap kali berlari saat pulang dari sekolah untuk menghindari berbicara dengan orang lain

.

            Ketika Gandhi berusia tiga belas tahun dan masih bersekolah, Gandhi dinikahkan dengan Kasturba, anak perempuan seorang pedagang di Porbandar. Ia tidak diajak berunding tentang pernikahannya, sebagaimana adat yang berlaku di India, kedua orang tua mempelai mengatur segalanya dan kedua mempelai tidak dapat bertemu hingga hari pernikahannya.

Pada tahun 1888 ketika berusia Sembilan belas tahun, Gandhi memutuskan untuk  berlayar selama tiga minggu menuju London tempat ia akan belajar ilmu hukum di University College London. Saat itu ia sudah menjadi seorang ayah bagi Harilal, anak laki-laki pertamanya yang lahir beberapa bulan sebelumnya. Pada saat menjadi mahasiswa Gandhi tidak begitu bahagia, ia merasa kesepian, jauh dari keluarga dan rumah spiritualnya. Ia berjanji selama tinggal di London tidak akan pernah menyentuh anggur atau perempuan, dan dengan ketat menjaga diri untuk tidak makan daging meskipun harus memakan makanan yang hambar tak berasa atau sebagaimana vegetarian, namun sayangnya prinsip ini malah menjauhkan Gandhi dari kawan-kawan mahasiswanya sehingga membuatnya merasa semakin terkucilkan. Setelah dua tahun delapan bulan berada di Inggris, Gandhi melewati ujian akhirnya di Inner Temple Inn of Court di London dan dipanggil ke sidang dalam bulan Juni 1891. Pada usia 22 tahun, dengan baik ia telah menyelesaikan pelajaran-pelajaran bahasa Perancis, Latin, Ilmu Alam, dan Hukum Adat serta Hukum Romawi.

            Saat kembali ke India, Gandhi sangat berduka ketika tahu bahwa ibunya telah  meninggal karena ia sangat mencintai ibunya yang telah meninggalkan pengaruh spiritual  yang dalam bagi dirinya. Selama hampir dua tahun Gandhi mencoba mapan sebagai seorang pengacara namun praktek hukumnya tidak berhasil. Ia hanya diberi satu laporan singkat, namun ketika ia berdiri di hadapan pengadilan di Bombay untuk memperdebatkan kasusnya, ia begitu  gugup sehingga tidak dapat berbicara. Ia terduduk ketika terdengar suara yang menertawakannya dalam ruangan.

            Setelah kejadian ini  Gandhi ditawari pekerjaan untuk mewakili pedagang India kaya di Afrika Selatan, sebuah kesempatan yang akan mengubah seluruh kehidupannya. Ia berangkat hanya untuk menangani satu pekerjaan namun ia tinggal disana selama dua puluh tahun. Sementara saat itu Afrika Selatan adalah masyarakat yang terkotak-kotak. Jumlah orang berkulit hitam dan putih berbanding lima banding satu. Komunitas India yang berjumlah ratusan ribu orang atau lebih di Afrika Selatan dipandang begitu rendah. Mereka didatangkan  ke Afrika untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rendah seperti pekerjaan di ladang pertanian dan perkebunan tebu. Meskipun begitu, sedikit dari mereka menjadi makmur dan mulai berlomba dengan orang kulit putih. Beberapa peraturan dan undang-undang pemerintah dibuat untuk menyerang orang-orang India dan menghilangkan hak-hak mereka untuk memilih,memiliki tanah, dan bergerak secara bebas. Ketetapan hati Gandhi yang diperkuat dengan pengalaman ketidakadilan rasial di Afrika Selatan, menjadikan Gandhi seorang pemimpin komunitas India, sehingga perjuangan Gandhi untuk bangsa India sudah dimulai sejak ia berada di Afrika Selatan. Pada 1896, ia menjadi seorang pengacara kaya dan berhasil dengan penghasilan lebih dari 5000 poundsterling setahun / sekitar 100.000 poudsterling nilai sekarang. Langkah Gandhi untuk menolong rakyat India di Afrika adalah melalui gagasannya yang dapat dengan mudah diterima umum, ia membuat orang India tampil lebih baik, lebih disukai, dan tidak aneh bagi orang lain, ia mendesak mereka agar jujur dalam berdagang sehingga mereka dapat dipercaya, ia ajarkan tentang kebersihan dan lingkungan yang sehat, ia menasehati mereka untuk belajar bahasa Inggris sehingga dapat berbicara dengan orang lain, Gandhi juga meminta mereka menghilangkan gagasan tentang kasta yang memisahkan kelompok satu dari kelompok yang lain. Pada tahun 1896 dalam perjalanan pulang menuju India, ia menulis dan menerbitkan The Green Pamphlet yang mengulas dengan rinci keluhan orang-orang India di Afrika Selatan. Banyak orang yang marah dan saat kembali ke Afrika Selatan bulan Januari 1897, ia diserang oleh gerombolan pembunuh dibawah tekanan London, Dewan pemerintahan Provinsi Natal pada tahun selanjutnya menolak undang-undang yang mengizinkan pembedaan rasial dalam hak pemilihan dan menggantikannya dengan sebuah tes pendidikan.  Dilain sisi Gandhi adalah seorang pecinta damai, ia mengajarkan orang India harus menerima kewajiban sebagai warga Negara. Pada 1899 selama perang Boer, Gandhi mengajak komunitas India untuk mendukung Inggris. Ia membantu membentuk dan melatih kesatuan Ambulans India. Ia memimpin ribuan orang penolong yang mengabdi dengan hormat.

            Pada tahun 1902 Gandhi menyampaikan keluhan komunitas orang India kepada Menteri Kolonial Joseph Chamberlain. Karena dua provinsi, Natal dan Transvaal, berusaha mengusir komunitas orang India. Sebuah Departemen Asia dibentuk di Transvaal pada 1903, departemen ini mengeluarkan kewenangan dan peraturan baru untuk tiga tahun berikutnya.

Pada bulan Agustus 1907, ketidakadilan dikalangan komunitas India mencapai puncaknya. Black Act / undang-undang kulit hitam memerintahkan pada semua orang India mendaftar dan disidik jari mereka, seorang India tanpa surat keterangan dapat dipenjara, dihukum atau dideportasi. Orang India sadar betul dengan apa yang diinginkan orang kulit putih, pada sebuah pertemuan pemilihan pada bulan Januari 1907, Jenderal Botha menyatakan “Jika partai saya menguasai pemerintahan, kami akan mengusir kaum kuli ( orang India ) keluar dari negeri ini dalam empat tahun”. Saat itulah Gandhi melempar gagasan pertamanya, yaitu Satyagraha yang berarti “kekuatan kebenaran”/ kekuatan kasih sayang. Satyagraha merupakan usaha mempertahankan kebenaran bukan dengan hukuman yang menderitakan lawan namun hukuman terhadap diri sendiri. satyagraha menghendaki mawas diri, karena lawan harus dihentikan dari perbuatan salah melalui kesabaran dan simpati. Satyagraha lebih dari sekedar perlawanan pasif karena menghendaki hubungan positif yang terus menerus diantara lawan, dengan satu pandangan menuju perdamaian yang sesungguhnya. Gandhi membuat aturan ketat bagaimana “aturan Satyagraha” harus dimiliki dan dilatih pada para pengikutnya selama kampanye perlawanan pasif di Afrika Selatan. Tidak diperkenanka membalas dendam atas penghinaan, deraan/ penahanan. Satyagraha harus dimulai dengan kesabaran, gagasan ini mempermalukan lawan bukan dengan memukulnya, melainkan dengan meluluhkan hatinya.

Pada bulan Januari 1908, karena dengan sengaja menolak mendaftar dibawah undang-undang baru dan mengajak ribuan orang lain menentang pendaftaran, Gandhi dipenjara selama dua bulan. Inilah pertama kali dari sekian banyak masa hukuman penjaranya, ia tidak mengeluh bahkan berterima kasih karena telah diberi waktu untuk berpikir tentang perdamaian dan waktu untuk membaca, namun Gandhi hanya menjalani sebulan dari masa hukuman. Untuk menguji undang-undang Imigrasi yang tidak adil, banyak orang India melintasi perbatasan Transvaal secara tidak sah, Gandhi pun melakukannya dan dipenjara dua kali lagi. Ketika orang India merasa diperlakukan sebagai warga kelas dua mereka menolak untuk bekerja sama dan lebih baik menerima hukuman. Pada awal tahun 1913, Jenderal Smuts berjanji kembali untuk mencabut pajak-pajak yang menekan dan pelarangan imigrasi India, kemudian seorang hakim di daerah Cape colony membuat peraturan bahwa hanya perkawinan Kristenlah yang sah dengan demikian perempuan-perempuan India tidak memiliki hak-hak sebagai istri. untuk pertama kalinya kaum perempuan terlibat dalam kampanye pembangkangan sipil. Penyeberangan perbatasan secara tidak sah menuju daerah Transvaal kembali dimulai, kelompok perempuan ditahan. Perempuan India yang lain datang dari daerah Transvaal menerobos ke Newcastle di provinsi Natal, dimana mereka membujuk para buruh tambang India untuk berhenti bekerja dan melakukan pemmogokan. Ribuan orang India ditangkap dan dipenjara, dan begitu bujukan tersebut menyebar lebih banyak lagi yang melakukan pemogokan.

Gandhi memimpin para pengikutnya menuju Transvaal. Dalam empat hari ia ditahan tiga kali dan akhirnya dipenjara selama tiga bulan, seperti biasa Gandhi menikmati masa penjaranya. Saat Gandhi menghentikan kampanye Satyagraha ia telah dikenal dan dihormati diseluruh Afrika Selatan dan India. Pada bulan Juni 1914, Gandhi dan Jenderal Smuts, pemimpin kulit putih dan negarawan Afrika Selatan terbesar, mengadakan pertemuan dan merencanakan suatu kesepakatan yang saling menguntungkan dan menjadikan komunitas India lebih bermartabat, dan terhormat. Kampanye pembangkangan sipil Gandhi berhasil. Jenderal Smuts mengesahkan Indian Relief Act (undang-undang perbaikan bagi orang India).

            Selama 21 tahun perjuangan di Afrika Selatan, Gandhi mengembangkan lebih dalam keyakinan spiritualnya. Ajaran-ajaran besar Bhagawad Gita, sebagai kitab suci agama Hindu  telah berpengaruh dan teresap dalam cara hidup Gandhi sebagai seorang penganut Hindu. Sejak itu keyakinannya mempengaruhi kebijakan politiknya, keyakinan spiritualnya  mempengaruhi cara berpakaian, cara makan, bahkan setiap segi kehidupannya. Sangat sulit bagi orang yang bukan beragama Hindu untuk memahami prinsip yang diyakini Gandhi baik di Afrika Selatan maupun India.  Gandhi dipengaruhi  oleh agama dan filsafat lainnya, bahkan secara khusus Gandhi mencintai nyanyian kristen, ia mencintai ajaran Kristus khotbah kristus digunung, menurut Gandhi, langsung menembus hati nurani, Ajaran-ajaran Kristus seperti “ Berbahagialah mereka yang lemah…”, “Berbahagialah mereka yang miskin, bagimu adalah kerajaan Tuhan…”kasihilah musuhmu…”, “Jangan mengumpulkan harta benda di bumi bagi dirimu sendiri…”Ajaran-ajaran inilah yang paling meresap dalam pandangan hidup Gandhi. Ia tidak menolak agama-agama besar lainnya, bahkan secara bebas Gandhi meminjam prinsip-prinsip kelompok agama lain, Budha, Kristen, Jain, Islam. Faktatersebut menunjukkan bahwa Gandhi bukanlah seorang Hindu Ortodoks, namun hal ini membuat Gandhi dibenci oleh penganut Hindu yang Fanatik.

Pada dasarnya Gandhi selalu mencari kebenaran, ia menolaksegala sifat munafik dan palsu, ia menanamkan kasih sayangdan tenggang rasa kepada orang lain. Gandhi merubah suatu hal besar di Afrika Selatan, ia mencoba mendisiplinkan tubuh dan pikirannya, menjaganya dari ketamakan, tidak mementingkan diri sendiri, menjaga nafsu kesenangan badaniah. Sebagai panutan, ia sukses luar biasa dan sejahtera karena pendidikan hukumnya, namun ia menyerahkan semua kekayaannya termasuk rumah dan pakaian-pakaian bagusnya. Ia membangun ashram, suatu pertanian komunal yang mirip dengan kibbutz Israel bahkan ia mendermakan perhiasan istrinya. Banyak pengorbanan lain yang Gandhi tuntut dari keluarganya dan kelompok pengikutnya yang sedang berkembang, Gandhi dan Kasturba membuat suatu keputusan dengan berjanji Brahmacharya yang berarti menghentikan seluruh kegiatan seksual, karena Gandhi merasa harus membersihkan diri dari nafsu badaniah untuk menciptakan kedamaian dalam dirinya. Sehingga menjadi bebas dalam setiap situasi untuk membantu orang lain serta bertindak dengan kasih sayang sepanjang waktu. Selama periode di Afrika Selatan, seluruh gaya hidup Gandhi telah berubah.

            Gandhi kembali ke India Januari 1915 pada usianya yang mencapai 45 tahun, Gandhi sungguh-sungguh berusaha mendirikan Ashram di Sabarmati dekat kota Ahmedabad. Sekelompok masyarakat, sekitar 200 diantaranya berjanji hidup dengan menaati ajaran Gandhi. Ajaran Gandhi berdasarkan prinsip keagamaan yang diajarkan pada dirinya sendiri sewaktu tinggal di Afrika Selatan. Dengan cepat Gandhi menjadi seorang yang terkenal sebagai pejuang hak-hak rakyat khususnya kaum paria, petani-petani, serta pekerja-pekerja pabrik miskin. Ia berkampanye secara luas pada awal tahun1917 untuk penghapusan pekerja-pekerja kontrak yang pergi ke Afrika Selatan, ia juga mendukung petani nila dengan sistem bagi hasil di Bihar, untuk menentang tuan tanah Inggris. Petani menentang majikan mereka begitu berpengaruh usaha yang dilakukan Gandhi, sehingga pada tahun itu pada hari-hari paling kelam karena suasana Perang Dunia I, Raja muda sebagai penguasa India sekaligus sebagai perwakilan Inggris Raya memanggil dan meminta bantuan Gandhi, dalam perang. Gandhi pun setuju untuk memanggil sukarelawan India untuk berjuang bagi Inggris. Hal ini merupakan kejutan besar bagi banyak orang pecinta damai, hal ini dilakukan Gandhi karena Gandhi masih percaya bahwa Inggris adalah sebuah kekuatan menuju kebaikan. Ia juga percaya sebagaimana ketika tinggal di Afrika Selatan, jika orang-orang India menginginkan hak warga negara kerajaan, mereka harus berbakti pada kerajaan jika diminta melakukannya. Tentara sukarelawan India berjuang bersama tentara Inggris dan mereka yang berasal dari daerah jajahan Inggris lainnya, sukarelawan India berjuang di Mesopotamia dan Eropa, di Front Barat, banyak diantara mereka yang mati dalam perang yang kejam dan sia-sia ini dan akhirnya Inggris dan sekutunya menang meskipun dengan harga mahal.Relawan India merasa dikecewakan atas janji Inggris yang setengah hati untuk memberikan India pemerintahan sendiri setelah perang berakhir dan ternyata janji tersebut tidak ditepati, rakyat India merasa dicurangi. Dari sinilah muncul kekesalan Gandhi, karena ternyata niat baiknya salah pandangan lama Gandhi mengenai Inggris yang dilihat di Afrika Selatan, tetap tidak berubah, Inggris sama sekali tidak bermaksud menyerahkan koloni mereka(India) yang menguntungkan.

B.  Bentuk-bentuk pergerakan dan Peranan Mahatma Gandhi dalam Usahanya Mencapai Kemerdekaan India

Kekecewaan Gandhi pada Inggris mendorongnya untuk melakukan perlawanan, bentuk perlawanan tersebut antara lain:

  1. Melakukan Kampanye

Pertama kalinya Gandhi memutuskan untuk menentang pemerintahan Inggris di India. Ia melakukan dengan Hartal/ semacam pemogokan umum, ia mendapatkan dukungan yang sangat besar atas hartal yang dipimpinnya untuk menentang hukum yang tidak adil. Semua kegiatan dagang dihentikan, toko-toko tutup, pekerja-pekerja mogok. Malangnya protes umum yang dilakukan malah justru berbalik pada kerusuhan di Delhi,Ahmedabad, Lahore, dan Amritsar. Gandhi mencela para perusuh dan menunda seluruh kampanye penentangan, menurut Gandhi rakyat India harus dilatih taat sebelum pembangkangan sipil dilakukan. Sebagai tebusan dosa atas kekerasan dan kerusuhan yang terjadi Gandhi melakukan puasa selama 72 jam, dan menyerukan pada orang lain untuk berpuasa 24 jam.

Pembantaian Amritsar tepatnya 13 April 1919 merupakan hari yang suram bagi India. Berawal dari rapat Umum yang dilarang berlangsung di kota suci kaum Sikh, Amritsar. Rapat ini berlangsung di tengah ruang terbuka yang dikelilingi dinding tinggi bersisi tiga yang dikenal sebagai Jallianwalla Bagh. Jenderal Dyer, komandan Tentara Inggris setempat, memutuskan untuk menindas pertemuan tersebut dengan penuh kebrutalan. Tanpa peringatan untuk bubar, ia memerintahkan pasukan pribumi berkekuatan kecil untuk menembak ke arah kerumunan tak bersenjata, Tentara menembak selama sepuluh menit, membuat 379 orang terbunuh dan lebih dari 1200 orang terluka. Jenderal Dyer juga memerintah rakyat India untuk melakukan Crawling Order ( perintah merangkak) sebagai pembalasan dendam atas terlukanya seorang misionaris Inggris. Semua orang India termasuk Gandhi merasa dihina atas perlakuan yang demikian. Hal ini berakibat pada menguatnya perlawanan terhadap pemerintahan Inggris. Gandhi pun akhirnya memasuki dunia politik. Ia mengambil kepemimpinanpergerakan Nasional India, ia sadar bahwa pemerintahan sendiri dan keadilan tidak cukup. Tuntutannya, Inggris harus meninggalkan India.

2. Bergabung dengan Kongres (All Indian National Congres)

Sebelum Gandhi bergabung, Kongres Nasional India hanya merupakan sebuah kelompok pertemuan kelas menengah. Gandhi meniupkan napas baru pada kongres, ia membuat kongres menjadi sebuah organisasi  massa yang demokratis dengan cabang hampir di seluruh negeri. Pada bulan Desember 1920, Kongres di Nagpur mengesahkan putusan Gandhi mengenai Swaraj atau pemerintahan mandiri, terlepas dari kerajaan jika perlu. Namun terjadi perbedaan sehingga para pemimpin Hindu dan Muslim berjuang sendiri-sendiri.

Di Nagpur, dalam tahun 1920, Kongres menyerukan pembebasan “kaum paria” dan kebangkitan Industri pedesaan. Gandhi membenci sistem kasta dikalangan masyarakat Hindu menurutnya, sistem kasta khususnya pada kasta paria adalah suatu penghinaan dan sekaligus ancaman dalam agama Hindu, Gandhi menginginkan persatuan diantara mereka, persatuan berdasarkan persamaan.

3. Memintal menuju Kemenangan

Gandhi dan pengikutnya menjadikan roda pemintal lipat sebagai benda kesetiaan, roda pemintal menjadi lambang pembebasan. Gandhi melihat roda pemintal dan tenunan rumah merupakan suatu cara untuk membangkitkan ekonomi pedesaan dan mengurangi kemiskinan. Menurut Gandhi kemiskinan terjadi di pedesaan India karena ulah dari para penduduk kota dan perusahaan tekstil Inggris yang telah menghancurkan industri kerajinan desa, Gandhi selalu memintal 200 yard benang setiap harinya, bahkan bila mengikuti sebuah konferensi internasional atau bekerja hingga pukul 2 dini hari,Gandhi rela tidak tidur hingga tenunannya mencapai jumlah hariannya. Selama tahun 1921, Gandhi berkeliling ke seluruh India dengan kereta kelas tiga menyebarkan pesan bahwa gerakan non-kooperasi akan membawa menuju kemerdekaan, dalam rapat-rapat umum, Gandhi mengajak rakyat berhentimemakai pakaian luar negeri dan memboikot kain Inggris. Pada bulan Oktober 1921, kelompok pekerja konggres mengajak tentara dan pegawai sipil untuk meninggalkan tempat kerja mereka, pengacara diajak menghentikan praktek dan banyak yang melakukannya, banyak desa yang menolak membayar pajak, bulan Desember 20.000 orang ditahan karena pembangkangan sipil dan hasutan. Seluruh negeri mengalami kegemparan, setiap hari terjadi kekacauan dan kekerasan di jalanan. Gandhi merasa muak dengan kekejaman yang terjadi, ia berusaha menentang pemerintah di seluruh penjuru India. Banyak yang merasa kecewa, terpukul, dikhianati. Namun, Ganddhi tidak siap mengorbankan prinsip perjuangan tanpa kekerasan. Sudah jelas bahwa ratusan ribu orang siap berkorban besar-besaran, berhenti dari pekerjaan, dan menanggung risiko dipenjara demi kebebasan. Pengorbanan tersebut meyakinkan Gandhi bahwa perlawanan tanpa kekerasan hanya berhasil jika para pendukungnya tergalang baik dan berdisiplin tinggi. Ia sendiri menebus dosa para pembunuh polisi di Chauri chaura dengan melakukan puasa selama lima hari. Sesaat setelah pembunuhan di Chauri Chaura pada bulan Maret 1922, Gandhi ditahan karena dituduh terlibat pemberontakan terhadap pemerintah. Gandhi menerima hukuman maksimum enam tahun , ia menjalani hukuman penjara  dengan senang hati, ia berterima kasih pada hakim pengadilan bagi perlakuan yang dihadapinya selama berlangsung pengadilan. Ia menghabiskan waktu di penjara bersama buku-bukunya, Ia memintal dan berdoa. Ia dibebaskan tahun 1924 karena sebuah operasi usus buntu yang akut. Ketika keluar dari penjara ia menjumpai Kongres Nasional India dalam keadaan berantakan , gerakan non-kooperasi telah gagal, dan memburuknya hubungan antara komunitas orang muslim  dan hindu karena banyak kegelisahan dan kebencian diantara  mereka.

4. Pembangkangan Sipil

Tahun 1929, Gandhi dengan usia 60 tahun, kembali menyerukan pembebasan India, Kampanye baru Pembangkangan Sipil berbeda dengan kampanye awal yang telah berusaha menggiring pemerintah padakemacetan melalui pemogokan dan menganjurkan rakyat menarik diri dari pekerjaan pemerintah, Walaupun gagal namun kampanye tersebut telah memberi pukulan buruk bagi pemerintahan saat itu. Kampanye baru berusaha mendorong rakyat melawan hukum, Gandhi memperoleh banyak dukungan begitu banyak orang  yang ragu dengan posisinya. Ia menunjukkan bahwa lebih dari 80% orang India adalah petani, untuk meraih dukungan petani penting untuk berbicara dengan bahasa mereka, dan memahami cita-cita dan keperluan ekonomi petani India. Mereka lebih suka mendengarkan seorang kakek yang memakai pakaian Khadi dan bersandal dan berbicara dalam bahasa mereka daripada mendengarkan anggota Kongres yang keeropa-eropanan, yang memberikan wejangan dalam bahasa Inggris.

Kampanye dimulai dengan suatu pemberontakan yang tenang menentang pajak-pajak, Kampanye itu berakhir dengan kemenangan para petani. Sepanjang tahun 1929 Gandhi berkeliling India. Ia berpidato dalam rapat-rapat umum dan mengorganisasikan pembakaran pakaian luar negeri. Gandhi telah berjanji bahwa ia akan menyatakan dirinya “Independence wallah “(manusia kemerdekaan) jika status  Dominion tidak dicapai pada 31 Desember 1929.Dan Ia melanjutkan  dengan tindakan “ Perjalanan Garam”

5. Sejumput Garam

Puncak dari banyaknya pemberitaan mengenai perjalanan Gandhi adalah

ketika dengan tenang, ia membungkuk dan mengambil segenggam garam, gerak isyarat sederhana tersebut, merupakan hasil akhir perjalanan panjang yang terencana hati-hati dan berdisiplin menempuh 200 mil selama 24 hari. Berumur 60 tahun lebih dan tampak lemah, Gandhi memimpin sekelompok kecil 78 pwngikut dari komunitas Sabarmati menuju pantai. Tiba dipantai, beberapa ribu orang desa bergabung. Orang-orang Inggris membicarakan tindakan itu sebagai sebuah lelucon dan mengabaikan gagasan tersebut, mereka memandang lemah Gandhi , mereka tidak memahami perasaan yang kini berkembang  di India . Gagasan di belakang perjalanan Garam menginspirasikan meluasnya pembangkangan sipil untuk mempermalukan pemerintah. Pajak garam yang direncanakan Gandhi untuk dihancurkan bukan hanya sebagai lambang hak pemerintah menarik pajak dan juga hak-hak pemerintah untuk memerintah. Namun pajak garam itu merupakan masalah emosional. Pajak melahirkan kesengsaraan bagi kaum miskin. Petani termiskin diharuskan membayar pajak semahal pedagang pedagang kaya. Banyak yang berfikir bahwa menarik pajak dari sesuatu yang disediakan oleh alam adalah menjijikan. Pembangkangan sipil berkobar di hampir seluruh provinsi. Hampir seluruh rakyat India mulai mengambil dan membuat garam sendiri dari laut. Sedikitnya 60.000 orang ditahan, termasuk  pemimpin-pemimpin kongres, dan termasuk juga Gandhi pada malam hari tanggal 5 Mei, ia didatangi polisi, Gandhi pun bersedia untuk ditangkap. Protes-protes berlanjut setelah Gandhi di penjara, Nyonya Saroji Naidu, seorang penyair memimpin 2500 sukarelawan Kongres menuju pembuatan garam di Dharasana. Iring-iringan tersebut dihambat oleh polisi yang bersenjatakan tongkat berujung baja. Setelah berdoa, para pemrotes maju kedepan, barisan jajaran pertama dikepalai oleh anak keempat Gandhi, Manilal. Secara kejam mereka diserang, dan dipukul kepalanya oleh para serdadu, mereka tidak melakukan perlawanan karena mematuhi aturan Satyagraha, merekapun jatuh dengan luka dan retak dikepala, Jajaran kedua tersusun dan mereka siap bergerak, polisi menyerbu secara teratatur , dengan bersahaja mereka maju ke depan hingga berjatuhan. Hal ini berlangsung berulang-ulang, ber jam-jam. Dua orang tewas dan 320 lainnya luka-luka. Kejadian ini menarik perhatian banyak orang termasuk Inggris dan dunia, dan satyagraha pun berhasil. Raja Muda Lord Irwin dan Gandhi saling percaya satu sama lain, beberapa pembicaraan mereka menghasilkan Pakta Irwin-Gandhi yang merupakan perjanjian yang mengizinkan pembuatan Garam secara bebas. Kampanye pembangkangan sipil pun dihentikan, para tahanan dibebaskan.

6. Kasta Paria sebagai kaum Harijan/ anak-anak Tuhan

Tiga minggu setelah kepulangan Gandhi dari suatu perundingan di Inggris, Ia  kembali dipenjara sekali lagi, dalam penjara, perhatiannya kembali tertuju pada kasta Paria,yang merupakan kasta ‘orang-orang terbuang’ atau golongan orang yang tidak termasuk dalam empat kasta yang ada ( brahmana , ksatrya , waisya , sudra )

ia pun mulai berpuasa lagi sampai mati. Berita puasanya mengobarkan hati nurani rakyat India.Gandhi memperoleh beberapa kelonggaran dari Kongres tentang cara kasta paria untuk dapat dipilih. Lebih penting lagi, dampak dari puasanya memperbaiki kondisi begitu banyak orang Harijan. Mata-mata air dan candi-candi ziarah kini terbuka bagi mereka, dimana sebelumnya tempat tersebut tidak diizinkan bagi mereka untuk berkunjung. Setelah kebebasannya dari penjara tahun 1933, Gandhi melakukan perjalanan kaum Harijan sepanjang dua belas ribu mil untuk mengumpulkan uang bagi kaum paria. Gandhi seorang Hindu yang sangat religius. Ia percaya jika seseorang berkelakuan buruk, ia akan terlahir kembali ke bumi sebagai seorang anggota kasta yang lebih rendah, Namun Gandhi tidak akan  menerima kepariaan. Sebagaimana Gandhi ungkapkan, “ Saya tahu tak ada alasan untuk menyetujui kepariaan….bahkan saya akan menolak semua kewenangan jika bertentangan dengan akal sehat atau hati nurani.”  Perjuangan Gandhi bagi kaum Paria hanya sebagian berhasil, namun perjuangannya tetap berlangsung. Hingga dhikini pegawai, pemerintah dan pemimpin masyarakat merangkul kelompok-kelompok kecil kaum paria hingga ke warung-warung teh atau tempat cukur.

7. Tuntutan bagi Inggris untuk meninggalkan India

Secara keseluruhan, pemimpin kongres India mendukung perjuangan Iggris, namun mereka menolak ketika Raja Muda memutuskan bahwa India pun dalam keadaan perang, tanpa berkonsultasi dengan mereka. Untuk membujuk kongres, Inggris menjanjikan kemerdekaan setelah perang selesai. Namun, Gandhi menuntuk Kemerdekaan langsung. Walau pun dalam hal ini Gandhi  berpihak pada sekutu. Ia tidak ingin meraihkemerdekaan dengan kekerasan. Ia pun tidak ingin mengambil keuntungan dari kesulitan-kesulitan Inggris. Agustus 1942, Gandhi menyerukan Inggris untuk “Tinggalkan India” Ia berkata pada komite kongres seluruh India bahwa “ Perselisihan kita bukan dengan orang Inggris, kita melawan imperialisme mereka.” Yang pasti ia menyesali kerusuhan yang terjadi mengikuti tuntutannya.

Kekerasan pecah kembali di seluruh India ketika Gandhi ditahan dan dipenjarakan lagi dua hari setelah pidatonya “Tinggalkan India” Saat itu merupakan tragedi pribadi terbesar bagi Gandhi. Selama penahanannya, sekretarisnya yang setia Mahadev Desai meninggal tiba-tiba. Dan kemudian istrinya sakit. Gandhi dan Kasturba menghabiskan masa-masa terakhirbersama dalam penjara. Kasturba telah memberikan arti penting bagi kehidupan Gandhi meskipun dari balik layar. Ketika kematian datang Gandhilah yang memeluknya. Gandhi mengatakan” Kehampaan telah tercipta oleh kematian Ba, kehampaan yang sangat berbeda, kehampaan yang tak dapat diisi.” Ba telah melahirkan Empat anak-anak Gandhi, dan mereka telah bersama-sama sejak masa kanak-kanak. Enam minggu setelah kematian istrinya, Gandhi dibebaskan dari penjara. Karena Ia sakit parah. Raja muda khawatir kekerasan akan berlanjut jika Gandhi mati dalam penjara.

C.          Ajaran-ajaran Mahatma Gandhi

Gandhi dalam menjalankan aksi-aksi perlawanan diatas selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan sebagai basis dasar gerakannya. Ajaran-ajaran Gandhi mengalir bersama kebersamaannya dalam kehidupan sosial rakyat India. Pokok-pokok pikiran Gandhi terangkum dalam satu rentang sejarah dan riwayat hidupnya di tengah perjuangan rakyat India. Namun secara umum, beberapa hal utama yang selalu diserukan oleh Gandhi dalam banyak kesempatan, Secara Umum Beberapa gerakan tersebut antara lain sebagai berikut:

Ø  Ahimsa

Ajaran ini berasal dari kata himsa (kekerasan). Sesuai dengan asal katanya, ajaran ini menyerukan kepada seluruh umat manusia untuk menjunjung tinggi semangat nir-kekerasan (non-violence) dalam setiap laku kehidupannya. Pengertian lain Secara harfiah, ahimsa memiliki makna tidak menyerang, tidak melukai atau tidak membunuh. Ajaran ini sebenarnya merupakan ajaran klasik dari agama Hindu yang mengajarkan prinsip-prinsip etis dalam kehidupan.Secara harfiah ahimsa berarti “tidak menyakiti”, tetapi menurut ghandi pengertian seperti itu belum cukup, menurutnya ahimsa berarti menolak keinginan untuk membunuh  dan tidak membahayakan jiwa, tidak menyakiti hati,tidak membenci,tidak membuat marah,tidak mencari keuntungan diri sendiri dengan meperalat serta mengorbankan  orang lain.Ghandi memandang ahimsa dan kebenaran (satya) ibarat saudara kembar yang sangat erat, namun membedakannya dengan jelas bahwa ahimsa merupakan sarana mencapai kebenaran, sedangkan kebenaran (satya) sebagai tujuannya.

Pengertian ahimsa sebagai suatu sarana berarti tidak mengenal kekerasan untuk mencapai kebenaran, baik dalam wujud pikiran, ucapan maupun tindakan. Justru kebalikannya,ahimsa harus menciptakan suasana membangun, cinta dan berbuat baik kepada orang lain meskipun orang lain itu telah menyakitinya,bahkan terhadap musuhnya sekalipun.Ajaran ini yang kemudian dimaknai secara lebih mendalam dan dikembangkan lebih lanjut oleh Gandhi. Gandhi menekankan bahwa makna ahimsa sebagai nir-kekerasan tidak semata-mata berkonotasi negatif (nir/a = tidak), namun juga berkonotasi positif sebagai sebuah semangat dan pedoman hidup.

Dari pemaknaan di atas dapat terlihat bahwa makna ahimsa lebih menekankan pada makna penolakan atau penghindaran secara total terhadap segenap keinginan, kehendak atau tindakan yang mengarah pada bentuk penyerangan atau melukai. Dalam kerangka pemikiran positif, ahimsa adalah cinta, karena hanya cinta yang bisa muncul secara spontan dan memungkinkan seseorang bertindak selaras dengan hati dan pikirannya. Gandhi berpendapat, “ Nir-kekerasan (non-violence) adalah cinta. Nir-kekerasan itu bertindak menyatu dalam diam, nyaris terselubung dalam kerahasiaan sebagaimana yang dilakukan cinta.”

Ø  Satyagraha

Secara harfiyah satyagraha berarti suatu pencarian kebenaran dengan tidak mengenal lelah. Berpegang teguh  pada kebenaran artinya satyagraha  merupakan jalan hidup seorang yang berpegang teguh terhadap Tuhan yang maha esa dan mengabdikan seluruh hidupnya pada Tuhan Yang Maha Esa.Karena jalan satu-satunya untuk mencapai tujuan ini adalah dengan sarana ahimsa,maka satyagraha juga berarti”mengejar tujuan benar dengan sarana ahimsa.Ajaran ini berarti “keteguhan berpegang pada kebenaran”. Ajaran ini menyerukan untuk tidak ada sedikitpun toleransi atau sikap kompromin dalam menegakkan nilai kebenaran. Bisa dikatakan bahwa Gerakan ini merupakan gerakan non-kooperatif/ tidak bekerja sama dan menentang kebijakan-kebijakan Inggris untuk mencapai kebenaran. Cikal bakal ajaran ini adalah peristiwa di Afrika Selatan yang melibatkan warga India di sana. Tanggal 22 Agustus 1906, Pemerintah Tansvaal, Afrika Selatan dalam UUnya mewajibkan seluruh warga India untuk melapor pada pemerintah setempat, membubuhkan sidik jari dan akan menerima sertifikat. Sertifikat itu harus dibawa kemanapun yang bersangkutan bepergian, dengan ancaman pelanggaran adalah dipenjara dan bahkan sampai deportasi. Ini tentu menyulut protes dari para warga India. Namun peerintah tetap bersikukuh dan memenjarakan setiap warga yang membangkang.

Tanggal 11 September 1906 Gandhi memimpin seluruh warga India untuk memprotes kebijakan tersebut. Mereka bersumpah untuk tetap berpegang pada pendirian dan bersedia menanggung segala konsekuensinya. Mereka menganggap bahwa suatu pilihan antara membayar denda atau deportasi adalah pilihan yang tidak layak untuk dipilih. Ketika seorang India memilih salah satu pilihan itu maka sejatinya yang ada adalah kekalahan dan itu berarti warga India tidak lagi bisa menjaga kehormatan dirinya.

Ø  Swadesi

Pengertian swadesi adalah cinta tanah air sendiri,cara mengabdi kepada masyarakat yang sebaik-baiknya kepada lingkungannya sendiri lebih dahulu. Menurut Gandhi, konsep swadesi erat kaitannya dengan semangat swaraj sebagai cita-cita bersama seluruh warga India, bahkan seluruh manusia. Dalam bahasa sederhana, Gandhi mengartikannya sebagai “menggunakan apa yang dihasilkan oleh negeri sendiri”. Konsep swadeshi mengarah pada swaraj dalam arti pemerintah oleh negeri sendiri (self-rule) yang senjatanya bertumpu pada kekuatan sendiri (self-reliance).

Pelaksanaan swadesi ini antara lain:Sebisa mungkin agar membeli segala keperluan dari dalam negeri dan tidak membeli barang-barang import,bila barang-barang tersebut dapat dibuat dalam negri sendiri.Melihat situasi dan kondisi waktu itu kemungkinan untuk melaksanakan anti import barang-barang asing sebagai protes dan boikot terhadap kaum penjajah.

Ø  Hartal

Hartal semacam pemogokan nasional,toko-toko ditutup sebagai protes politik dan para pekerja melakukan pemogokan massal.Untuk pertama kalinya Ghandi memutuskan untuk menentang pemerintah kolonial Inggris di india. Ia Memutuskan melaksanakan hartal.ia mengatakan bahwa suatu hari kegiatan dagang harus dihentikan,toko-toko tutup,dan pekerja-pekerja mogok.Hartal ini merupakan permulaan dari perjuangan selama 28 tahun, yang berakhir dengan penjajahan inggris menghentikan koloninya atas bangsa india. Hartal dilakukan oleh rakyat india sebagai sebuah protes politik,namun hari-hari mogok itu dihabiskan dengan berpuasa dan kegiatan keagamaan lainnya.

 D.      Peralihan Kekuasaan sebagai Permulaan Berakhirnya Kolonialisme

Kemenangan sekutu tahun 1945 mengakhiri Perang Dunia II, Kemenangan yang menandai permulaan berakhirnya kolonialisme. Inggris telah kehabisan tenaga. Tahun 1945, pemimpin Kongres yang lain dibebaskan dari penjara. Dalam pemilihan selanjutnya kongres mempertahankan posisinya sebagai partai politik terbesar. Namun kongres tidak lagi bicara untuk kaum muslim. Selama perang, dengan pemimpin  kongres dalam penjara, Liga muslim yang dipimpin Ali Jinnah telah meraih dukungan untuk pembentukan sebuah negara muslim pakistan. Gandhi dan kongres membenci gagasan “pemisahan”, pembagian India. Sebuah misi kabinet dikirim ke Delhi tahun 1946. Terjadi perundingan berlarut-larut selama tiga bulan. Namun, akhirnya perundingan gagal karena kongres dan liga muslim tidak dapat saling mempercayai.

Raja Muda, Lord Waveel, mengundang murid Gandhi, Jawaharlal Nehru, untuk membentuk sebuah pemerintahan sementara. Nehru mengajak Jinnah untuk membantunya dalam pelaksanaan pemerintahan dan menawarkan Liga Muslim beberapa pos dalam pemerintahan. Namun usulan itutidak disetujui Jinnah.

Bulan Agustus, Liga Muslim memutuskan untuk melangsungkan sebuah Direct Action Day/ Hari aksi langsung, yang merupakan sebuah aksi protes menentang “Pemerintahan Kongres” dan memaksa Inggris untuk mengakui tuntutan mereka bagi sebuah negara yang terpisah. Hal ini menyulut pecahnya kekerasan yang mengerikan di wilayah Calcuta. Sekitar 4000 orang terbunuh dan 15.000 orang luka-luka, dalam penembakan, penikaman, pembakaran, pertumpahan darah, dan pembunuhan yang meluas sampai ke Bengal Timur. Berita ini mengejutkan Gandhi sehingga ia memutuskan untuk pergi sendiri ke sana. Di Bengal Timur Gandhi tinggal di sebuah gubuk kecil di desa tukang cuci, dengan penerangan hanya lampu minyak. Orang-orang iba melihat laki-laki lemah dengan usia 77 tahun, berjalan dengan kaki telanjang dari satu desa ke desa lain, ia berusaha dengan berbagai cara demi tugas luhur. Ia bertekad tidak akan pergi hingga perdamaian tercapai. Ia mengadakan pertemuan-pertemuan doa. Ia menerima perutusan-perutusan masyarakat, ia juga mengajarkan keberanian, memaafkan, dan kebenaran kepada sesama. Dari Bengal, Gandhi pergi menuju Bihar, tempat korban kaum muslim lebih banyak dari pada kaum Hindu akibat kerusuhan. Ia mencoba mengajak kaum Muslim kembali ke rumah mereka, ia mengumpulkan uang dari orang Hindu untuk perbaikan kaum muslim. Ia tinggal di sebuah desa Muslim yang kecil sambil setengah berpuasa, ia menolak meninggalkan desa itu hingga kaum Muslim dan Hindu meraih kedamaian. Sebulan kemudian pembunuhan-pembunuhan pun mereda. Ali Jinnah masih bertahan dengan ide pemisahan. Penyelesaian masalah yang dilakukan oleh Kongres melemah. Karena putus asa dan takut akan terjadi perang saudara, Perdana Menteri Inggris Attlee mengambil keputusan tegas bahwa Inggris akan menyerahkan kekuasaan sebelum bulan Juni 1948. Lord Louis Mountbatten ditunjuk sebagai raja muda yang baru dan terakhir yang tiba di Delhi pada Maret 1947. Ia ingin menemui Gandhi, Ia akan mengirim pesawat untuk menjemputnya namun Gandhi memaksa untuk pergi dengan kereta api kelas tiga saja. Mountbatten menjelskan bahwa tidak ada cara lain untuk menghindari perang saudara yang buruk selain  memisahkan dua wilayah penting dengan populasi mayoritas kaum Muslim dan Kaum Hindu. Mounbatten berhasil merencanakan kemerdekaan India dalam waktu enam minggu. Namun Muhammad Ali Jinnah tidak antusias dengan rencana tersebut namun dapat berubah pikiran dengan kesepakatan tertentu. Dan akhirnya India terpisah-pisah India dengan membentuk Negara India baru, Pakistan menjadi Negara dengan dua bagian yang terpisah lebih dari 800 mil. Tidak lama setelah kemerdekaan Bagian sebelah timur Pakistan, yaitu Bengal Timur memisahkan diri pada 1971 dan menjadi Bangladesh.Bagi orang India, tanggal 15 Agustus 1947 merupakan hari besar yang penuh suka cita bagi India yang dapat meraih kemerdekaannya. Namun tidak bagi Gandhi karena bukan perpisahan yang ia kehendaki melainkan sebuah kesatuan seluruh India.

E.  Kematian Gandhi

Menurut Gandhi, kematian adalah pilihan terakhir orang yang hidup. Pikiran Gandhi tentang kematian merupakan pikiran Hindu. Ia tidak percaya adanya pertemuan pribadi dengan Tuhan, yang ia yakini adalah diri sendiri, seseorang akan melenyap. Ia percaya kematian merupakan semacam bergabung bersama arus dan sungai menuju laut.

Hari terakhir hidupnya, Gandhi terbangun dalam udara cerah Delhi yang dingin pada pukul 3 dini hari. Sepanjang hari ia bekerja, mengadakan pertemuan, dan menghabiskan waktu untuk berdoa. Ia masih berada di Birla House ketika telah memasuki puasa terakhirnya.

Sekitar pukul 5 sore itu, setelah sebuah pertemuan dengan Sardar Patel, Gandhi keluar dengan tergesa-gesa dari rumah karena sedikit terlambat untuk doa sore hari. Robert Stimson, seorang koresponden bangsa Inggris yang berada di sana saat itu menulis: “Ia mengenakan pakaian pinggang putih kebiasaannya serta sepasang sandal. Ia telah melilitkan sebuah syal di sekeliling dadanya karena hari mulai dingin. Ia menyandarkan tangannya dengan ringan pada bahu kedua kawannya. Dan ia tersenyum. Hanya ada dua atau tiga ratus orang di taman dan mereka mendesak dengan tidak sabar kepadanyansaat ia menaiki tangga menuju lapangan rumput kecil yang ditinggikan, tempat dimana jamaah telah berkumpul. Setelah ia mencapai puncak tangga dan mendekati kerumunan, ia melepas tangannya dari bahu temannya. Kemudian tangannya diangkat sebagai salam pembukaan. Ia masih tersenyum. Tampak seorang dungu berusia sekitar tiga puluhan, demikian aku harus sebut. Ia berpakaian khaki dan berdiri di depan kerumunan. Ia bergerak selangkah mendekati Tuan Gandhi, mengeluarkan sebuah pistol dan memuntahkan beberapa tembakan. “

Gandhi berbisik “Hey Rama” (Oh Tuhan), berdiri hanya beberapa saat, kemudian memancarkan darah ke pakaian putihnya. Ia langsung jatuh dan tewas.

Lord Mountbatten mengatakan pada penulis tersebut beberapa tahun lalu, bagaimana suasananya ketika menerima berita kematian Gandhi. “Aku sungguh mati rasa dan ketakutan,” katanya. “ Aku mengelilingi Birla House sekali. Di sekeliling  rumah berkerumunan orang-orang dan di dalamnya banyak anggota pemerintahan , setiap orang menetaskan air mata. Gandhi tampak sangat damai dalam kematiannya, namun aku takut kematiannya mungkin menimbulkan persoalan.”

“Ketika aku masuk ke dalam rumah tempat mayatnya terbaring, seseorang berteriak, ‘Pembunuhan ini dilakukan seorang Muslim!’ Aku segera berbalik dan berkata: “Anda bodoh, bukankah Anda tahu yang melakukan seorang Hindu?”

“Tentu saya tidak tahu, tak seorang pun yang tahu mengenai itu. Yang aku tahu, jika pembunuhan dilakukan oleh seorang Muslim, kita sungguh kehilangan. Pasti terjadi perang saudara berkepanjangan. Puji syukur pada Tuhan, hal itu tidak terjadi!”

Ternyata pelakunya ekstremis Hindu yang gila, seorang pemuda dari Poona, bernama Nathuram Vinayak Godse, yang kemudian digantung bersama komplotannya yang lain. Lima orang yang lain dihukum seumur hidup dalam penjara. Pemakaman Gandhi bertempat di tepi sungai suci Jumna di Rajghat, ketika itu sejuta orang menunggu arak-arakan abu jenazahnya. Ramdas membakar onggokan kayu pemakaman ayahnya. Api membakar jenazah selama empat belas jam. Abu jenazah Gandhi kemudian ditaburkan di sungai suci di India dan di laut sekitar Bombay.

Perdana Menteri Nehru segera berpidato di radio. Ia memberitakan kematian Gandhi kepada rakyat India sesaat setelah pembunuhan. “Cahaya telah mati dalam hidup kita. Kegelapan dimana-mana. Saya tidak tahu apa yang harus kukatakan dan bagaimana mengatakannya. Pemimpin tercinta kita, Bapu sebagaimana menyebutnya, Bapak Bangsa kita, kini telah tiada.”

Keberhasilan Gandhi dalam banyak hal adalah menyiapkan rakyatnya menuju kemerdekaan. Selama hidup ia telah mengajarkan kebenaran dan kebersihan. Dengan contoh keberanian dan ketidaktakutannya, Gandhi mengajarkan rakyatnya membela diri mereka sendiri.

Gandhi berpihak pada kaum miskin dan mereka berpihak padanya. Ia dicintai oleh buruh pabrik, petani miskin, dan kelas-kelas yang tertindas. Untuk merekalah ia berjuang dengan konsisten. Gandhi meraih kasih sayang begitu banyak orang Muslim atas usahanya untuk kepentingan mereka. Ia datang untuk mewujudkan semangat sejati India.

Mahatma Gandhi membuktikan kemampuan kekuatan-semangat yang tak dapat dilihat. Dengan bersungguh-sungguh menerima penderitaan selama hidupnya dan tanpa gentar mengikuti suara hatinya kemanapun ia diarahkan, Gandhi hidup dalam Cinta-Kasih dan Kebenaran yang ia percaya merupakan dua sisi dari wajah Tuhan. Kemewahan terbesarnya adalah melayani melayani mereka yang membutuhkannya: orang sakit, orang lapar, orang yang tidak memiliki pekerjaan atau kebanggaan atau harapan. Ia tidak pernah berhenti berupaya membebaskan India dari ikatan imperial dalam bentuk eksploitasi dan membebaskan manusia dari ketakutan dan kebencian, dan dari teror akibat konflik rasial dan keagamaan, kelas dan kasta. Ia mencari kepedihan seperti kebanyakan orang mencari kesenangan, ia menyambut kesedihan seperti orang lain menyambut kegembiraan, dan ia senantiasa siap menghadapi lawan apa pun dan bahkan kematiannya sendiri dengan senyum cinta-yang meluluhkan. Ia hidup sesuai dengan mantranya , “Lakukan atau mati!”

F.        Nilai-nilaiTeladan dari Sosok Mahatma Gandhi

 

  1. Seorangpemimpin spiritual yang mampu mendatangkan kedamaian, pemahaman agama yang dimiliki oleh Gandhi menjadikan Gandhi sebagai sosok panutan spiritual di kalangan masyarakat India, Ajaran-ajarannya pun banyak diikuti oleh masyarakat India.
  2. Sederhana. Hal initerlihatdaricaraberpakaian mahatma Gandhi yang sangatsederhanayaituhanyamengenakansehelai dhoti danberalaskanbakiaksederhana yang terbuatdarikayu.
  3. Seorang yang memilikikeyakinan yang tinggidanselalumemegangteguhapa yang diyakininya. Ia juga mencintai kebenaran dan selalu setia pada prinsip hidup yang diyakininya.
  4. Seorang yang memiliki toleransi tinggimenghormatiagama dan keyakinan selain keyakinan yang dianutnya bahkan ada beberapa prinsip agama lain yang ia ambil sebagai panutan.
  5. Seoranghumanis yang mampu membawa India pada kemerdekaan dengan segala usahanya yang menghindari kekerasan untuk mencapai kebenaran.
  6. Seorang yang rela berkorban, dan mencintai kedamaian
  7. Seseorang yang tidak suka pada diskriminasi, dan membela yang lemah ditunjukkan pada usahanya menghapuskan adanya kasta paria dalam masyarakat India.

KESIMPULAN

Mohandas Karamchand Gandhi tokoh asal India kelahiran Porbandar 2 Oktober1869, merupakan salah satu tokoh yang mengagumkan sepanjang sejarah. Sosok Spiritual yang mampu menginspirasi dunia dengan aksi humanismenya, dan mampu mengantarkan India pada kemerdekaan dengan ajaran-ajarannya yang tidak menghendaki kekerasan.

Gandhi menganjurkan empat asas penting dalam perjuangan dan nasionalisme di India. Asas-asas perjuangan tersebut merupakan ciri khas perjuangan Mahatma Gandhi dan menginspirasi bangsa-bangsa lain di dunia. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Ahimsa: asas anti peperangan dan menganjurkan perdamaian, yang berarti gerakan melawan Inggris tanpa kekerasan.
  • Hartal: asas dalam bentuk aksi tidak berbuat sesuatu apapun untuk kepentingan kolonial Inggris/ aksi mogok
  • Satyagraha: asas tidak bersedia bekerjasama dengan pemerintah kolonial Inggris (non kooperatif), melainkan berpegang teguh pada kebenaran Tuhan dengan jalan Ahimsa.
  • Swadeshi: asas gerakan dengan tidak memakai bahan-bahan buatan Inggris dan mengutamakan pemakaian bahan buatan sendiri.

Asas-asas yang diajarkan oleh Mahatma Gandhi tersebut mencerminkan sikap humanisme universal Gandhi. Justru dengan unsur-unsur tersebut, gerakan kemerdekaan di India mempunyai ciri yang berbeda dari gerakan kemerdekaan di negara-negara Asia lainnya. Kebangkitan nasional bangsa-bangsa Asia, misalnya Indonesia, China, Philipina, dan Turki, identik dengan penggunaan cara-cara kekerasan. Karakter nasionalisme India yang tanpa menggunakan kekerasan merupakan salah satu nilai unggul bangsa India yang memiliki sejarah kebudayaan luhur. Dari ajaran-ajaran tersebut Gandhi dapat mengantarkan India pada kemerdekaan pada 15 Agustus 1947 meskipun India akhirnya harus terpisah-pisah, atas pakistan dan Bangladesh. Namun sayangnya ia tidak bisa menikmati lebih lama kemerdekaan bangsanya, karena ia di tembak mati oleh seorang fanatik Hindu pada 30 Januari 1948.

DAFTAR PUSTAKA

Gandhi, M.K. 1975. Gandhi: Sebuah Otobiografi. Terjemah: Gd. Bagoes Oka. Sinar Harapan, Jakarta.

Michael Nicholson. 1994. Mahatma Gandhi. Alih Bahasa Hilmar Farid Setiadi.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Stanley Wolpert.2002.Mahatma Gandhi Sang Penakluk Kekerasan Hidupnya dan Ajarannya. Terjemah: Sugeng Hariyanto, Patuan Raja,dan Sukono.PT. Raja Grafindo, Jakarta.

http://www.google.co.id/url

http://hinduismedila.blogspot.com/2012/12/pemikiran-mahatma-gandhi-dan.html

http://ridwanaz.com/umum/sejarah/isi-ajaran-mahatma-gandhi-untuk-kemajuan-gerakan-nasionalisme-india/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s