Pengusiran Yahudi

PENGUSIRAN YAHUDI

A.      Latar Belakang

Pada saat Rasulullah SAW hijrah ke Madinah benih-benih ketidaksukaan orang-orang Yahudi mulai muncul, apalagi setelah Nabi Muhammad menguasai kota Madinah. Orang-orang Yahudi di Madinah baik dari bani Qoinuqa, bani Nadhir dan bani Quraizhah walaupun sudah membuat perjanjian damai tetapi berkali-kali mengkhianatinya bahkan melakukan permusuhan terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin.

Nabi yang berakhlak mulia cukup bertimbang rasa dan demi kedamaian semata tanpa memilih apa saja kepercayaannya dan untuk mengelak kekacauan ada di Madinah, Nabi mengadakan perjanjian damai secara ikhlas. Benar-benar ikhlas demi keamanan semua orang, tetapi Yahudi yang ada selalu saja membuat huruhara dan secara diam-diam Yahudi berusaha untuk memadam agama Allah yaitu ISLAM. Itu niat mereka hingga sekarang meskipun Islam tidak pernah mengganggu mereka. Kita jangan sampai tertipu akibat bijaksananya Yahudi yang pintar bermuka-muka.

Yahudi tidak berhenti dan tidak berputus asa, kerana mereka adalah bangsa yang gigih berusaha dan terus berusaha hingga sekarang mereka terus saja berusaha. Yahudi terus saja mengadakan kemusykilan umat Islam, hasutan demi hasutan ditanam sikap supaya penduduk Madinah benci kepada Nabi dan yang mula-mula Yahudi lakukan ialah merosak perjanjian dengan Nabi ialah Yahudi golongan Qainuqa, dan disusul oleh golongan Bani Nadhir dan Bani Quraizah.

PEMBAHASAN

A.      Kedatangan Rasulullah di Madinah

Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, penduduk Madinah itu dibagi menjadi tiga golongan yaitu:

  1. Kaum Muslimin (Anshar dan Muhajirin)
  2. Kaum Yahudi (Bani Qainuqa , Bani Nadhir, Bani Quraizah,)
  3. Bangsa Arab yang belum menganut Islam.

Rasulullah membuat suatu perjanjian antara kaum Muslimin dan golongan laiinya dengan maksud hendak menciptakan suasana bantu membantu dan sifat toleransi antara golongan – golongan tersebut.

Adapun keringkasan dari perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tiap golongan memiliki kebebasan dalam beragama dan berpolitik
  2. Tiap golongan bebas melaksanakan ajaran agamanya masing – masing
  3. Seluruh penduduk Madinah, baik Kaum Muslimin maupun Yahudi, harus bantu membantu dalam bidang moril dan materiil. Mereka dengan bahu membahu harus menangkis semua serangan terhadap kota Madinah
  4. Dalam segala hal Rasulullah adalah pemimpin teratas bagi seluruh penduduk Madinah. Kepada beliaulah dibawa segala perkara dan perselisihan yang besar untuk diselesaikan.

Disamping itu Rasulullah banyak membuat aturan – aturan dan ketentuan – ketentuan untuk mengatur masyarakat berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist.

Seluruh peraturan yang dibuat oleh Rasulullah berkenaan dengan tata kehidupan masyarakat kota Madinah tersebut dikenal kemudian dengan sebutan Dustur Madinah (Konstitusi Madinah atau Piagam Madinah), yang secara lengkap  terdiri dari 47 fasal, mencakup masalah – masalah kemasyarakatan dan politik, yang diakui oleh para ahli kemudian sebagai refleksi dari pikiran Rasulullah yang amat jenius. Dengan dikeluarkannya Piagam Madinah, berarti telah lahir suatu Pemerintahan islam dengan sistem politik yang modern. Pemerintahan baru bentukan Rasulullah berdasar Piagam tersebut menunjukkan bentuk kekuatan atau lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif. Sistem otoritas politik tersebut kini dipakai oleh berbagai pemerintah di dunia modern.

B.       Pengusiran Kaum Yahudi dari Madinah

1.      Perang Bani Qainuqa

Perang Bani Qainuqa adalah perperangan yang terjadi antara Kaum Muslimin dengan Kaum Yahudi Bani Qainuqa. Perperangan ini terjadi pada bulan Syawal 2 Hijriah dan Dimenangkan oleh Kaum Muslimin.

Sebab-Sebab Perperangan

Ketika ada seorang wanita muslimah berbelanja di pasar Bani Qainuqa, orang-orang Yahudi melecehkannya dengan meminta agar wanita tersebut menyingkap jilbabnya. Tentu saja wanita tersebut menolaknya. Kemudian seorang penjual perhiasan mengikat ujung pakaiannya tanpa dia ketahui sehingga ketika dia berdiri aurat wanita tersebut tersingkap diiringi derai tawa orang-orang Yahudi di sekitarnya. Wanita tersebut berteriak kemudian salah seorang Sahabat datang menolong dan langsung membunuh pelakunya. Namun,kemudian orang-orang Yahudi mengeroyok dan membunuhnya.

Ketika berita ini sampai kepada Nabi Muhammad SAW, beliau langsung mengumpulkan tentaranya, dan memberikan bendera perang kepada Hamzah bin Abdul-Muththalib. Lalu mereka menuju Bani Qainuqa. Ketika melihat Kaum Muslimin, orang-orang Yahudi segera berlindung di balik benteng-benteng mereka. Pasukan Rasulullah SAW mengepung mereka dengan rapat selama 15 hari pada bulan Syawal hingga awal Dzulqaidah tahun 2 Hijriah.

Akhirnya Bani Qainuqa menyerah karena ketakutan melanda mereka. Lalu mereka menyerahkan keputusannya kepada Rasulullah SAW. Abdullah bin Ubay bin Salul dengan gaya kemunafikkannya membujuk Rasulullah SAW agar tidak membunuh mereka. Rasulullah SAW akhirnya mengusir mereka dari kota Madinah agar tidak tinggal berdampingan dengan kaum Muslimin.

Untuk lebih menunjukkan ketegasan Rasulullah SAW dalam masalah ini, beliau memerintahkan untuk membunuh Ka’ab bin Al’Asyraf, seorang yahudi yang paling dengki terhadap Islam dan kaum muslimin dan secara terang-terangan sering menyakiti kaum muslimin. Hal tersebut semakin besar pengaruhnya karena dia orang terpandang di kaumnya, kaya raya dan penyair. Tugas tersebut dilaksanakan oleh para Sahabat yang dipimpin oleh Muhammad bin Maslamah. Hal ini semakin menambah kegentaran orang-orang Yahudi bahwa Rasulullah SAW tidak segan-segan mengambil tindakan tegas jika ada yang bertindak sewenang-wenang terhadap kaum muslimin. Keputusan Rasulullah SAW terhadap Bani Qainuqa yang kalah adalah diusir keluar dari Madinah dengan meninggalkan senjata-senjata dan peralatan tukang pengrajin (kraft) emas, tetapi boleh membawa anak-anak, isteri dan harta benda mereka bersama.

2.    Perang Bani Nadhir

Bani Nadhir adalah sekelompok orang Yahudi yang bertetangga dengan kaum Mukminin di Madinah. Mereka telah mengadakan perjanjian damai dan tolong menolong dengan kaum Muslimin, sebagaimana telah diceritakan di atas. Tetapi karakternya yang jahat itu tentulah selalu menggodanya untuk membatalkan janji dengan kaum Muslimin. Mereka telah melakukan penghianatan besar. Perang ini bermula dari rencana busuk orang-orang Yahudi untuk membunuh Rasulullah SAW. Ketika itu Rasulullah SAW berada di perkampungan bani Nadhir, orang Yahudi dari suku tersebut berancana membunuh beliau dengan menimpakan batu besar dari atap rumah ke atas kepala Rasulullah SAW.

Sebab-sebab Terjadi Peperangan

Ketika perang Badar usai enam bulan setelah peristiwa besar tersebut Rasulullah menemui dan meminta Bani Nadhir agar membantu beliau dalam urusan diyat orang – orang Bani Kilab yg dibunuh ‘Amr bin Umayyah Adh-Dhamari. Merekapun berkata: “Kami akan bantu mu, Duduklah di sini sampai kami selesaikan keperluanmu!”. Tatkala Rasulullah mendatangi Yahudi Bani Nadhir, mereka malah merencanakan pembunuhan terhadap beliau. Kemudian sebagian mereka memencilkan diri dari yg lain. Lalu setan membisikkan kepada mereka ‘kehinaan’ yg telah ditakdirkan atas mereka. mereka mencoba melakukan intrik keji utk membunuh Rasulullah. Salah seorang dari mereka berkata: “Siapa di antara kalian yg memegang batu ini lalu naik ke loteng dan melemparkan ke kepala sampai remuk?”

Salah seorang Yahudi Bani Nadhir yang bernama Amir bin Jihasy an-Nadhari berkata kepada kawan-kawannya, “Aku akan naik ke bagian atas rumah, kemudian menjatuhkan batu besar kepadanya.”

Sementara itu, Rasulullah   tengah duduk bersandar pada dinding rumah. Pada saat rencana itu akan dilaksanakan, Rasulullah   diberitahu (melalui wahyu) sehingga beliau segera bangun dari duduknya dan kembali ke Madinah. Para sahabat beliau yang menyertainya pun bertanya, lalu dijawab oleh beliau, “Orang-orang Yahudi itu merencanakan pengkhianatan, lalu Allah mengabarkan hal itu kepadaku. Aku pun segera bergegas meninggalkannya.”

Setelah itu, beliau mengirimkan utusan kepada komunitas Yahudi Bani Nadhir untuk menyampaikan pesan, “Keluarlah kalian dari negeriku, karena kalian telah merencanakan pengkhianatan. Aku memberi tenggang waktu 10 hari. Jika setelah tenggang waktu itu masih ada yang terlihat maka akan dipenggal lehernya!”

Karena adanya provokasi dari Abdullah bin Ubay, yakni ia mengatakan “Janganlah kalian keluar dari rumah kalian. Karena saat ini aku memiliki sekitar 2000 pasukan yg siap bertahan bersama di benteng kalian ini. Mereka siap mati membela kalian. Bahkan Bani Quraizhah serta para sekutu kalian dari Ghathafan tentu akan membela kalian.” Akhirnya Huyai bin Akhthab tergiur dgn bujukan ini dan mengutus seseorang kepada Rasulullah mengatakan: “Kami tdk akan keluar dari kampung kami. Berbuatlah sesukamu.” Yahudi Bani Nadhir enggan keluar dari Madinah. Hal itu memaksa Rasulullah untuk mengepung pemukiman Yahudi Bani Nadhir. Dalam peristiwa pengepungan tersebut beliau memerintahkan kaum Muslim untuk membakar kebun-kebun kurma milik Bani Nadhir agar tidak dijadikan tempat bersembunyi, atau tidak menghalangi proses pengepungan terhadap mereka. Saat itu ‘Ali bin Abi Thalib lah yg membawa bendera beliau. Mereka pun mengepung benteng Yahudi ini dan melempari dengan panah dan batu. Ternyata Bani Quraizhah meninggalkan Bani Nadhir. Bahkan sekutu mereka Ibnu Ubay dan Ghathafan juga mengkhianati mereka.

 Pengepungan itu berakhir dengan diterimanya perintah Rasulullah terhadap mereka, yaitu meninggalkan Madinah dengan hanya membawa barang-barang (harta) yang dapat diangkut oleh unta dan tidak dibolehkan membawa senjata. Sebagian besar mereka akhirnya menetap di daerah yang terletak antara Khaibar dan Syam. Harta yang ditinggalkan oleh Bani Nadhir (fa’i) kemudian dibagikan oleh Rasulullah. Adapun harta (ghanimah) yang tersisa dibagi-bagikan oleh Rasulullah kepada kalangan senior Muhajirin saja. Selain itu, beliau memberikan bagian khusus kepada Abu Dujanah dan Sahal bin Hunaif, dua orang dari Anshar, karena keduanya miskin.

Ketika itu diperoleh sekitar 50 perisai 50 buah topi baja dan 340 bilah pedang. Setelah peristiwa itu, maka komunitas Yahudi yang masih tinggal di sekitar kota Madinah adalah Yahudi Bani Quraizhah. Itu pun pada akhirnya bernasib sama dengan dua komunitas Yahudi sebelumnya: terhina dan binasa di tangan kaum Muslim akibat pengkhianatan yang kerap mereka lakukan. Itulah yang menjadi ciri khas komunitas Yahudi hingga saat ini.

3.    Perang Bani Quraizah

Mereka telah membantu musuh kaum Muslimin, yaitu orang – orang Quraisy yang menyerang kaum muslimin di Madinah terutama pada perang Ahzab tahun ke 5 Hijriyah. Ketika perang Ahzab (Khandaq) ini, Yahudi melanggar perjanjian Madinah yang telah disepakati bersama yang isinya antara lain, saling mengadakan kerjasama dalam mempertahankan Madinah jika diserang musuh. Mereka tidak mau memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin ketika pasukan Quraisy telah mengepung kota Madinah, bahkan sebaliknya mereka bersekutu dengan pasukan Quraisy menyerang Rasulullah.

Menurut suatu riwayat yang diperkenalkan oleh Imam Bukhari, Aisyah menceritakan, “Sewaktu Perang Ahzab (Khandaq) selesai, pulanglah Nabi ke rumah dan beliau terus menggantungkan senjatanya, lalu mandi. Pada waktu itu Jibril datang kepada beliau seraya mengatakan: Sudah kau letakkankah senjatamu? Demi Allah, aku belum lagi rneletakkannya. Di mana lagi kita akan benperang? tanya Nabi saw. Di sana, jawab Jibril sambil menunjuk ke daerah yang didiami oleh Bani Quraizah. Kemudian Nabi pun keluar kembali mengumpulkan tentara-tentaranya.”

Kepada pasukannya, Nabi memerintahkan untuk segera berangkat dan agar semua orang bisa mendapatkan waktu shalat Ashar di perkampungan Bani Quraizah. Mereka diperintahkan untuk melaksanakan shalat Ashar di sana. Mereka segera berangkat dengan kekuatan 3.000 orang tentara dan bendera Islam di pegang Saidina Ali r.a. Sesampainya di wilayah perkampungan itu, Ali r.a. dengan sigapnya segera mengintai musuh yang bertahan di dalam benteng-bentengnya. Ketika itulah beliau mendengar orang-orang Yahudi mengutuk Nabi dan isteri-isterinya, dengan kata-kata yang kotor. Hal ini dilaporkan Ali kepada Nabi dan minta agar Nabi saw. tidak mendekati benteng-benteng tersebut.

“Kalau mereka berada jauh dariku, memanglah demikian perilakunya, karena mereka memang berakhlak munafik dan suka berolok-olok,” ujar Nabi saw. lalu mendekati benteng mereka. Begitu melihat Nabi, berhentilah mereka mengolok-olok dan mengatakan kata-kata tak senonoh tadi.

Nabi memerintahkan pasukannya agar mengepung perkampungan Yahudi itu secara ketat. Pengepungan terus berlangsung selama 25 hari. Sebenarnya Bani Quraizah dapat bertahan dalan pengepungan tersebut dalam waktu lebih lama, mengingat kuatnya benteng mereka dan tersedianya bahan makanan dan minuman di dalamnya. Sementara di sisi lain, udara dingin tanpa perlindungan menghadang kaum muslimin disertai rasa lapar yang sangat. Namun peperangan ini lebih bersifat perang urat syaraf karena mereka dihantui rasa takut oleh kekuatan kaum muslimin, akhirnya orang Yahudi Bani Quraizah tunduk dan mereka menyerahkan keputusannya kepada Rasulullah SAW.

Penyerahan ini disampaikan kepada Rasulullah oleh Saad bin Muaz, seorang pemimpin kabilah Aus yang bersekutu dengan Bani Quraizah. Ia menyatakan menyerah tanpa syarat dan akan pergi dari situ. Bila orang-orang Yahudi bani Quraizah mencoba memerangi umat Islam, maka Saad mempersiapkan untuk menghantamnya habis-habisan. Penyerahan ini diterima oleh Nabi dengan lega, karena dengan demikian berarti berakhirnya gangguan dan perlawanan kaum Yahudi di sekitar wilayah Madinah.

Dalam peperangan Bani Quraizah ini turun ayat-ayat yang menerangkan, bagaimana orang Yahudi telah mengingkari janji-janji yang telah dibuatnya. Ayat-ayat dimaksud antara lain:

“Dan ingatlah, ketika segolongan di antara mereka berkata: Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagi kamu, maka kembalilah kamu. Dan sebagian dari mereka minta izin kepada Nabi untuk kembali pulang dengan berkata: Sesungguhnya rumah-numah kami terbuka, tidak ada yang menjaganya, padahal rumah-rumah itu sekali-kali tidaklah terbuka. Mereka tidak lain hanyalah hendak lari. Kalau Yatsrib (Madinah) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya meneka mengerjakannya. Dan mereka tiada akan berhenti untuk muntad itu, melainkan dalam waktu yang singkat. Dan sesungguhnya mereka itu telah berjanji kepada Allah dahulu: Mereka tidak akan berbalik mundur. Dan penjanjian dengan Allah itu akan dimintakan pertanggungjawaban. Katakanlah: Lari itu sekali-kali tidaklah benguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan. Dan kalau kamu terhindar dari kematian itu, kamu juga tidak akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. Al-Ahzab:13-16)

“Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka. Dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah, dan harta benda mereka dan tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab: 26-27)

Kesimpulan

            Kaum yahudi tidak henti – hentinya melakukan penghianatan kepada Rasulullah dan Kaum Muslimin. Kaum bani qainuqa merendahkan wanita muslimin dan mengolok – olok Rasulullah di belakang Rasulullah. Kaum Bani Nadhir menghianati Rasulullah dan berusaha membunuh Rasulullah, selain itu juga kaum Bani Quraizah menghianati dan melanggar perjanjian yang telah disetujui sebelumnya bersama Kaum Muslim dan Rasulullah. Mereka bersekongkol bersama kaum Quraisy (musuh Kaum Muslim) untuk menghancurkan Kaum Muslim dan Rasulullah. Dengan itu lah terjadi peperangan untuk mengusir para kaum Yahudi baik Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizah oleh Rasulullah dan para Kaum Muslim.Semua peperangan itu dimenangkan oleh kaum Muslim karena bantuan Allah SWT yang senantiasa membantu Kaum Muslimin dengan memasukkan rasa takut kepada para Yahudi tersebut saat dikepung.

2 responses to “Pengusiran Yahudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s